Posts

Siswa joget joget

 Nama: Laini Nim: 240101096 Kelas 4b Link video👇 https://youtube.com/shorts/OMjkLq0Le6A?si=MFdrjI5GECfe-5kd  Kritik Batasan Profesionalisme: Dari sudut pandang tradisional atau formal, gerakan joget yang terlalu ekspresif di lingkungan sekolah dengan menggunakan seragam dinas (bagi guru) dan seragam sekolah (bagi murid) dianggap kurang menjaga marwah atau wibawa profesi pendidik. ​Edukasi Konten yang Minim: Video ini murni hiburan (hiburan). Bagi sebagian penonton (terutama orang tua atau sesama pendidik), konten seperti ini dinilai kurang memberikan nilai tambah atau edukasi yang esensial dari sebuah institusi pendidikan. ​Potensi Salah Persepsi: Caption seperti "guru gemoy murid asoy" bisa memicu komentar-komentar yang kurang pantas atau objektifikasi digital di kolom komentar, yang seharusnya dihindari dalam interaksi antara guru dan murid di ruang publik.

Tugas menganalisa buku

Image
 Identitas Buku Judul: Membentuk Karakter Peserta Didik Penulis : H. Imam Nur Suharno, S.Pd., S.Pd.I., M.Pd.I. Halaman: 126 halaman Edisi: Cetakan pertama Penerbit: PT Remaja Rosdakarya, Bandung Tahun Terbit: Juli 2021 ISBN: 978-602-446-657-4 Foto sampul buku:  Tema Utama Pendidikan karakter sebagai inti pendidikan.Peran guru dan kepala sekolah dalam membentuk akhlak dan moral siswa.Pendidikan tanpa kekerasan sebagai pendekatan humanis.Pembelajaran bermakna yang kreatif, religius, dan menyenangkan. Melanjutkan Membentuk Karakter Peserta Didik” memiliki makna yang sangat mendalam dalam dunia pendidikan, karena ketegangan bahwa tujuan utama sekolah bukan hanya mencetak siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang berakhlak mulia, disiplin, dan bertanggung jawab.Karakter peserta didik adalah fondasi yang menentukan arah hidup mereka di masa depan.Pendidikan yang fokus pada karakter berusaha menanamkan nilai-nilai seperti kejujuran, kerja keras, empati, da...

Tugas video

Image
Nama : Laini Nim: 240101096 Kelas: 4b

Orientasi pada Nilai Bukan pada Proses

Nama : Laini  Nim : 240101096  A. Orientasi pada Nilai Bukan pada Proses: Konsep dan Relevansinya dalam Pendidikan Orientasi pada nilai bukan pada proses merujuk pada pendekatan yang mengutamakan pencapaian hasil akhir atau angka-nilai sebagai ukuran utama keberhasilan, melainkan memahami dan mengoptimalkan tahapan proses pembelajaran itu sendiri. Konsep ini sering dikritik dalam dunia pendidikan karena cenderung menimbulkan tekanan berlebih pada siswa dan guru, di mana nilai rapor atau ujian menjadi tujuan akhir, bukan sarana untuk pengembangan holistik. Padahal, dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), orientasi semacam ini bertentangan dengan esensi pendidikan Islam yang terbentuknya akhlak mulia melalui proses taqarrub ilallah. Orientasi pada nilai adalah pola pikir di mana keberhasilan diukur secara kuantitatif melalui angka atau peringkat, seperti nilai 10 atau peringkat 1 di kelas. Menurut perspektif pendidikan modern, pendekatan ini muncul dari sistem evaluasi yang ...

Ketimpangan sarana dan prasarana

 Nama : Laini Kelas : lVb Nim : 240101096 Menurut Putri dkk. (2024), sarana dan prasarana pendidikan memegang peran krusial dalam mewujudkan kesetaraan dan keadilan dalam akses pendidikan. Ketersediaan ruang kelas yang layak, fasilitas belajar yang memadai, serta infrastruktur pendukung lainnya menjadi faktor penting yang menentukan kualitas pembelajaran. Sayangnya, di banyak wilayah pedesaan, sekolah-sekolah masih menghadapi kondisi fisik bangunan yang memprihatinkan, keterbatasan alat peraga dan media pembelajaran, serta akses terhadap teknologi yang minim. Kondisi ini tentu menghambat tercapainya tujuan pendidikan nasional, yaitu pemerataan kesempatan belajar dan peningkatan kualitas pendidikan. Ketimpangan ini juga membantu disparitas sosial yang telah ada, karena siswa di wilayah pedesaan tidak memperoleh dukungan fasilitas pendidikan yang sama seperti rekan-rekan mereka di perkotaan. Di daerah pedesaansarana dan prasarana pendidikan tidak memadai, yaitu fasilitas yang minim m...

Identifikasi masalah pembelajaran PAI di ......

 Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di tingkat SMA menghadapi berbagai tantangan yang mempengaruhi efektivitas proses belajar mengajar. Penelitian ini mengidentifikasi masalah-masalah utama seperti rendahnya minat siswa, keterbatasan metode pengajaran, kendala infrastruktur teknologi, serta kurangnya kompetensi guru. Berdasarkan analisis studi kasus di SMA negeri Indonesia, termasuk SMA Tanjung Raja, diperlukan strategi inovatif untuk mengatasi problematika ini agar PAI dapat membentuk karakter siswa secara optimal. Pendidikan Agama Islam di SMA bertujuan membentuk siswa yang berakhlak mulia dan memahami ajaran Islam secara mendalam. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan banyak kendala yang membuat PAI dianggap monoton dan kurang relevan bagi siswa generasi Z. Di SMA Tanjung Raja, misalnya, masalah muncul dari akses internet terbatas dan motivasi siswa rendah, sebagaimana teridentifikasi dalam observasi lokal. Penelitian ini bertujuan mengungkap pengungkapan masalah PAl di...

Konsep inovasi pembelajaran dan TPACK

 Nama:Laini Nim:240101096 Kelas: PAI 4b Inovasi pembelajaran merupakan inovasi dalam metode, media, strategi, atau teknologi pendidikan untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih efektif dan relevan. Kerangka TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) menjadi fondasi utama dalam mengintegrasikan teknologi secara tepat guna mendukung inovasi tersebut. Inovasi pembelajaran didefinisikan sebagai upaya pembaharuan komponen pembelajaran seperti strategi pengajaran, media, dan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan. 56 Sasaran utamanya meliputi peningkatan motivasi siswa, penyediaan kebutuhan individu, integrasi teknologi, dan kesiapan kompetensi global. 1 Contohnya mencakup pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) dan platform berani seperti Google Classroom, yang memungkinkan mengirimkan akses materi kapan saja.  Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), inovasi ini dapat berupa pengelolaan pembelajaran kolaboratif untuk mendalami ajaran Islam...